Jumatan tanggal 24 Agustus 2007 di Masjid Golden cukup memberikan kesan.
Idrus yang berceramah memberikan suatu poin yang cukup mengena di hati. Dalam ceramahnya beliau menekankan pentingnya memiliki sikap mental keinginan untuk mencari kebenaran.
Mencari kebenaran ini dalam konteks luas dan terutama dalam mencari kebenaran dalam mengisi kehidupan di dunia ini.
Sebagai orang Islam, cukup jelas sumber hukum Islam merupakan panduan kebenaran. Sumber2 tersebut adalah Al-Quran, hadits dan Ijtihad ulama. Sampai pada poin ini memang hati ini belum tersentuh. Hati tersentuh ketika dijelaskan bahwa seringkali kita sebelum mencari kebenaran dari sumber2 hukum tersebut, tanpa disadari kita sudah menentukan kebenaran. Kebenaran yang dikendalikan oleh nafsu dan keinginan duniawi. Akibatnya, proses pencarian kebenaran itu sendiri menjadi bias. Kita jadi cenderung mencari pembenaran atas "kebenaran" yang telah kita tentukan sendiri. Akibatnya banyak yang mengutip ayat, hadits ataupun mengikuti ulama yang mendukung pendapat kita.
Jika itu memang yang terjadi sekarang, agama hanya menjadi pembenaran tindakan yang kita lakukan. Agama tidak lagi menjadi sumber kebenaran..
Setelah direnungkan, mungkin itu pula kiranya salah satu sebab yang menyebabkan semakin banyak orang yang memilih untuk tidak beragama. Tentunya bagi umat Islam, saya percaya bahwa hidayah Allah tidak turun kepada semua orang dan merupakan kewajiban bagi manusia untuk mencari kebenaran yang hakiki. Tetapi banyak pula yang berargumen, tindakan manusia2 yang beragama tidak lebih baik dari mereka. Bahkan banyak yang lebih buruk. Bagi saya sendiri, ini merupakan tantangan untuk bisa mencari kebenaran yang hakiki. Semoga Allah menunjukkan jalannya. AMIIIN.
No comments:
Post a Comment