Wednesday, September 1, 2010

Dua wajah sang terpelajar....

Konon di negeri antah berantah,
bisa belajar dan pergi sekolah
adalah hal yang mewah.

Meski hanya sebagian kecil
Tapi bukan berarti
yang terpelajar hanya sedikit

Ketika cendekia terus bertambah
kenapa negeri itu tak bisa berubah?
Karena ternyata bagi si kecil disana
hidup malah semakin susah
terus kemana perginya si cerdas
yang menjadi tumpuan?

Si Cerdas bukan hanya tidak mencerdaskan
tapi memanfaatkan kebodohan
bahkan memelihara pembodohan
Setiap teriakan untuk mencerdaskan
selalu bersahutan dengan tindakan2 pembodohan.

Mungkin karena dua wajah sang terpelajar.
Coba bicara mengenai reward, penghargaan dan fasilitas...
sang terpelajar akan menunjukkan wajah bangga
dan perasaan berhak menerima.
Tidak jarang berkata "kalian" dan "mereka" kepada rakyat.
"We are the elites" katanya..

Tapi coba bicarakan kejujuran dan kesederhanaan
ketertiban dan kebersihan
inisiatif dan pengorbanan
tanggung jawab dan keteladanan
mereka akan bicara "kami rakyat, yang perlu teladan"
"kami tidak mau, karena yang lain pun begitu"

Dua wajah sang terpelajar
Wajah elit ketika bicara menerima
Yang menjadi wajah hamba sahaya
ketika harus memberi

Mungkin karena di negeri antah berantah
berilmu memberikan hak untuk itu

HF

No comments:

Post a Comment